"Menguak Rahasia Bau Badan: Melawan Bakteri Licik dan Keringat"
Oleh: ivan Yutista Maulana RPK PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta
Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah "apakah keringat itu sendiri sumber masalah bau badan?" Jawabannya adalah tidak sepenuhnya. Keringat yang baru keluar dari tubuh, terutama dari kelenjar ekrin (yang berfungsi mendinginkan suhu), sejatinya tidak berbau. Bau badan (secara medis disebut Bromhidrosis) muncul ketika keringat bertemu dengan bakteri yang hidup secara alami di kulit kita, khususnya di area lipatan seperti ketiak.
Bakteri seperti Staphylococcus hominis dan spesies Corynebacterium [1.3] memanfaatkan keringat yang kaya protein dan lemak (yang berasal dari kelenjar apokrin) sebagai "makanan" mereka. Proses bakteri memecah senyawa dalam keringat inilah yang menghasilkan senyawa asam berbau tidak sedap [1.5]. Dengan kata lain, keringat hanya penyedia lingkungan yang lembap, sedangkan bakteri adalah produsen utama baunya [1.2].
Keampuhan Deodoran dan Perbedaan Kunci
Maka dari itu, untuk melawan bau badan secara efektif, kita harus menyerang salah satu dari dua faktor: bakteri atau kelembapan. Di sinilah terjadi kesalahpahaman antara Deodoran dan Antiperspirant.
1. Deodoran Murni sangat efektif menghilangkan bau karena fokus utamanya adalah membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri [3.7]. Deodoran mengandung agen antibakteri yang menekan populasi mikroba, lalu memberikan wewangian untuk menutupi sisa bau yang mungkin muncul. Ia adalah solusi langsung untuk masalah bau, meskipun ketiak Anda mungkin akan tetap basah.
2. Antiperspirant adalah solusi yang lebih komprehensif. Produk ini bekerja dengan zat berbasis Garam Aluminium yang menutup saluran keringat sementara, sehingga mengurangi produksi keringat [3.1]. Ketika keringat (kelembapan) berkurang, bakteri tidak memiliki lingkungan untuk berkembang biak, sehingga bau dicegah sebelum muncul. Inilah mengapa produk kombinasi (Deodoran + Antiperspirant) dianggap paling ampuh, karena melawan bau sekaligus mengatasi basah (keringat).
Rekomendasi Kandungan dan Trik Pemakaian Awet
Untuk mendapatkan perlindungan yang awet, pilihlah produk yang mengandung Garam Aluminium untuk menahan keringat, dan bahan antibakteri (seperti Tawas atau senyawa tertentu) untuk menanggulangi bakteri yang lolos (sangat direkomendasikan). Trik agar hasilnya maksimal terutama bagi yang berkeringat banyak, aplikasikan Antiperspirant di malam hari sebelum tidur. Dikarenakan pada malam hari, suhu tubuh lebih rendah dan kelenjar keringat kurang aktif, memberi waktu bagi Garam Aluminium untuk menyumbat saluran keringat secara optimal, sehingga perlindungannya akan bertahan hingga keesokan harinya [3.2]. Selalu pastikan kulit ketiak dalam keadaan bersih dan kering saat mengaplikasikan produk.
Pilihan Merek Ramah Kantong Mahasiswa di Indonesia
Bagi mahasiswa yang mencari efektivitas dengan harga yang masuk akal (dengan kisaran harga Rp 15.000 - Rp 45.000), beberapa merek yang mudah ditemukan dan terpercaya adalah:
1. Rexona dan Nivea: Pilihlah varian dengan label "Dry" atau "Active" yang mengindikasikan bahwa itu adalah Antiperspirant kuat, efektif mengurangi keringat dan bau harian.
2. Dove Dry Serum: Cocok untuk yang punya kulit ketiak sensitif karena formulanya lembut dan mengandung pelembap, sambil tetap memberikan perlindungan Antiperspirant.
3. Tawas (Natural Deodorant Stone): Ini adalah solusi yang sangat hemat dan alami. Tawas memiliki sifat antibakteri alami [1.6] dan sangat efektif melawan bau, meskipun ia tidak mengurangi keringat.
Referensi:
[1.2] Alodokter. (2024). Bau Badan - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan. Menyatakan bau badan timbul akibat keringat bercampur kuman/bakteri.
[1.3] Universitas Komputer Indonesia (Unikom). Masalah Bau Badan. Menjelaskan bahwa bakteri seperti Staphylococcus hominis menghasilkan enzim yang memecah senyawa dari kelenjar apokrin menjadi molekul bau.
[1.5] Jurnal Medika Hutama. (2024). Tinjauan Pustaka Tentang Bromhidrosis. Menyebutkan bahwa sekresi apokrin diuraikan oleh bakteri permukaan kulit menjadi amonia dan asam lemak rantai pendek yang berbau kuat.
[3.1] Halodoc. (2023). Jangan Keliru, Ini Perbedaan Deodoran dan Antiperspirant. Menjelaskan Antiperspirant mengandung aluminium klorohidrat untuk menyumbat pori-pori dan mengurangi produksi keringat, sementara Deodoran melawan bakteri.
[3.2] Dove. Yuk Ketahui Cara Kerja Zat Antiperspirant yang Bisa Atasi Keringat di Ketiakmu! Menganjurkan penggunaan Antiperspirant pada malam hari untuk penyerapan optimal.
[3.7] Hello Sehat. (2024). 5 Perbedaan Deodorant dan Antiperspirant yang Perlu Anda Tahu. Menyatakan Deodoran bekerja mengurangi bakteri penghasil bau, sedangkan Antiperspirant memblokir kelenjar keringat.
[1.6] Portal Jurnal Malahayati. (2024). Systematic Literature Review: Pengaruh Tawas Sebagai Bahan Deodorant Alami. Mengonfirmasi bahwa Tawas memiliki sifat antibakteri yang menghambat perkembangbiakan bakteri penyebab bau.